Thursday, January 13, 2011

AMBIL ROTI DAN IKANKU


Seorang anak kecil berusia tiga belas tahun sedang menuju ke sekolah.
Ia mendengar kumpulan orang sedang tertawa dan memutuskan untuk pergi melihat.
Ribuan orang sedang mendengarkan cerita Seseorang.
Dia berbicara dengan penuh hikmat, bahkan anak-anak pun dapat memahaminya.

Waktu berlalu dengan cepat, siang berganti malam.
Semua merasa lapar namun tidak tampak sesuatupun yang dapat dimakan.
Anak itu melihat kotak makanannya… pada sedikit makanan yang ada di dalamnya.
Diapun berkecil hati, mengingat ribuan orang yang perlu diberi makan.

Lalu dia melihat kerling mata Yesus…
Senyum-Nya yang memancarkan kebaikan.
Dan anak itupun menangis.
Dengan iman seorang anak kecil ia berkata:
Ambillah lima roti dan dua ikanku
Perbuatlah pada mereka sesuai kehendak-Mu
Aku menyerah
Ambil semua ketakutanku, masalahku
Semua bebanku, ambisiku
Engkau boleh menggunakan semuanya itu untuk memberi makan mereka semua
Aku sering berpikir tentang anak itu ketika aku merasa kecil.
Dan merasa kuatir jika apa yang kulakukan tidak berarti apa-apa.

Namun setiap tetesan air mataku merupakan sebuah intan di tangan-Nya.
Dan setiap pintu yang tertutup dihadapanku, aku bawa di dalam doa.

Maka aku akan persembahkan setiap nafas yang kumiliki.
Tuhan, Engkau sanggup melakukan keajaiban.
Semua yang Kau butuhkan hanyalah “Amin” dariku.

Jadi ambillah lima roti dan dua ikanku.
Karena tidak ada persembahan yang terlalu kecil.
Di tangan-Mu apa yang kecil dariku dapat memberkati ribuan orang.

http://kalam.comuf.com/?p=147

Wednesday, January 12, 2011

CINTA


  
"Tanyakan pada dunia apa itu cinta… membuat hidup segan mati tak mau”
“Cinta… penderitaan tiada akhir”


Kalimat pertama di atas diucapkan oleh Lie Mo Chow dalam kisah  Return of The Condor Heroes sedangkan kalimat kedua oleh Chu Pat Kai sang siluman babi dalam kisah Journey to the West.

Lalu jika kita tanya orang-orang lainnya… apa sih cinta itu? Ada yang bilang cinta itu berjuta rasanya, yang lain bilang love is a wonderful thing, I would do anything for love, dan sebagainya. Tapi ada juga yang bilang love hurts. Bahkan seorang penyanyi dangdut di Indonesia menyanyi “Jatuh bangun aku mengejarmu…” Kelihatannya pencipta lagu ini sudah sangat desperate dalam usaha mendapatkan putri idamannya.

Dari sini terlihat bahwa cinta itu sesuatu yang indah tapi bisa menyakitkan juga. Tanyakan pada orang-orang yang mengalami patah hati, betapa menyakitkannya cinta itu. Ada yang membunuh karena cinta dan ada yang bunuh diri karena cinta.

Tetapi cintalah satu-satunya alasan mengapa Tuhan menciptakan manusia. Karena cinta ini jugalah Tuhan mengalami yang namanya patah hati karena manusia kesayangannya memberontak dan meninggalkan Dia. Lalu untuk apa Tuhan menciptakan manusia kalau toh Dia tahu manusia akan berdosa dan memberontak? Jawabannya sederhana: because God is love. Tuhan adalah cinta itu sendiri. God is love bukan God has love. Yang namanya cinta itu butuh obyek dan kitalah obyek cintanya.

Itulah sebabnya Tuhan mencipkatan Hawa untuk Adam, perempuan untuk laki-laki. Tuhan ingin Adam mengerti dan merasakan apa itu cinta… bagaimana rasanya mengasihi seseorang.  Dan mulai saat itu juga lagu-lagu tentang cinta bermunculan, entah tentang manisnya atau pahitnya cinta. Cinta menjadi sumber inspirasi yang tidak ada habis-habisnya bagi para musisi untuk berkreasi.

Kisah-kisah tragis tentang cintapun mulai menghiasi sejarah dunia ini. Bahkan alkitab sendiri mencatat berbagai kisah cinta yang tragis seperti kisah cinta Yakub-Rahel, Simson-Delila, Amnon-Tamar, Daud-Batseyba dan lainnya. Mengapa sesuatu yang indah seperti cinta bisa berujung tragis? Karena sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia hidup untuk dirinya sendiri. Ada sesuatu dalam diri kita yang ingin dipuaskan, yaitu ego kita. Inilah yang disebut egosentris alias kehidupan yang berpusatkan pada diri sendiri.

Seringkali kita melihat seseorang yang ganteng, cantik, menarik atau terlihat baik lalu tanpa pikir panjang kita sudah memutuskan untuk segera memacari orang tersebut. Kitapun segera merancang strategi untuk bersiap-siap “menembak” buruan kita supaya tepat pada sasaran. Cara macam inilah yang membuat kita lupa adanya “Pribadi Ketiga” alias Tuhan sendiri sebagai sumber cinta yang perlu dilibatkan dalam saat-saat penting seperti ini.

Mungkin ada yang berkata: “Harus cepat bergerak dong… nanti keburu disamber orang laen…” Nah kan… kelihatan betul egoisnya. Kesannya tidak rela kalau orang lain yang mendapat terlebih dahulu. Lalu untuk apa kita berhasil memacari seseorang kemudian harus putus pula? Bukankah itu akan menyakitkan? Seenak-enaknya putus tetap saja ada sakitnya. Apalagi para wanita… butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa recovery jika sudah patah hati.

Tuhan Yesus meminta kita untuk saling mengasihi dan bukan saling menyakiti. Itulah sebabnya kita perlu berhati-hati dalam urusan cinta. Saya percaya segala sesuatu itu butuh proses. Seorang teman memberikan resep ampuh dalam menjalani sebuah hubungan (apapun bentuk hubungannya). Resepnya adalah: JOY yang merupakan kepanjangan dari Jesus Others Yourself. Artinya kita harus menempatkan Yesus sebagai prioritas utama, kemudian orang lain sebagai prioritas kedua, dan setelah itu baru kepentingan kita sendiri. Itulah pola yang diberikan Tuhan bagi hidup kita.
Selamat mencintai dan dicintai. Jesus loves you!

http://kalam.comuf.com/?p=122

PERGILAH VIRUS



Beberapa waktu yang lalu teman saya mengirim sms dengan nada panik. Dia berkata bahwa usb-nya kena virus, datanya hilang semua. Padahal dia baru saja pulang liburan dari Medan. Dan berhubung teman saya ini cewek, tentu saja dia tidak melewatkan kesempatan liburannya tanpa berfoto-foto ria. Celakanya, semua foto disimpan di dalam usb tersebut tanpa ada backup sama sekali. Catat: pelajaran penting untuk selalu membackup data yang cukup crucial.

Berhubung dia minta bantuan saya, maka berpindahtanganlah usb malang itu. Setelah saya interogasi akhirnya saya mendapatkan sedikit background asal-usul si virus itu. Berdasarkan penuturannya, ternyata dia sempat menancapkan usb-nya itu ke laptop bapaknya. Jadi kemungkinan besar asal virus itu dari bapaknya sendiri. Walahh…

Melihat teman saya yang sedih dan sampai down, saya jadi kasihan. Tapi terus terang saya tidak bisa janji kalau file2-nya bisa direstore lagi secara saya sendiri belum pernah terserang virus model begini. Tapi satu hal saya katakan ke teman saya: “Everything will be okay…” Saya juga tidak mengerti kenapa saya berkata seperti itu, tapi mungkin itulah iman. Iman sederhana yang mempercayai kalau segala sesuatu masih dalam kendali Tuhan dan Dia menjamin semuanya akan baik-baik saja.

Setelah saya buka usb itu di PC, terlihat semua file berubah jadi shortcut dengan ukuran 1KB. Wah wah… pantesan teman saya ini panik tidaak karuan.  Lalu investigasipun dimulai… dan akhirnya ketahuan juga cara kerja si virus. Ternyata dia menduplicate setiap file yang ada dan file-file baru nan palsu itu cuma diberi size 1KB alias berperan sebagai shortcut. Kemana file yang asli? Mereka sebetulnya masih ada, cuma virus ini memberi attribut “hidden” untuk mereka yang akhirnya mereka jadi tidak terlihat.

Singkat cerita saya berhasil mengembalikan semua file yang “hilang” itu dan spontan teman saya inipun sangat bersukacita dengan kembalinya si anak… maksudnya si file yang hilang. Entah dia ingat perkataan saya “everything will be okay” atau tidak… saya juga kurang tahu. Saya tidak singgung-singgung lagi masalah itu.

Tapi kejadian ini membuat saya berpikir. Bukankah dalam hidup ini kita juga rentan kena “virus”? Virus yang dimaksud disini bukan virus komputer, tapi virus berupa kebiasaan dan kelakuan buruk yang kita dapatkan dari lingkungan kita.  Karena pada dasarnya sesuatu yang buruk itu gampang ditiru dan mudah menyebar.

Waktu dulu saya masih studi di sekolah yang cukup terkenal… dari luar memang terkenal gurunya bagus2, muridnya cerdas2, mutu pelajarannya bagus… tapi saya lihat dan mengalami sendiri kalau banyak siswanya yang kelakuannya audzubilah. Pokoknya tak kusangka deh…

Sad but true, tapi itulah yang terjadi. Dan setiap anak yang tidak hati-hati memilih teman dan pergaulan, akan dengan mudahnya ikut terbawa arus. Yang menyedihkan, siswa2 baru yang tadinya baik2 bahkan cenderung culun bisa berubah jadi seorang as*h*le cuma dalam beberapa bulan. Ini yang paling membuat hati sedih. Seakan-akan mereka tidak punya integritas untuk jadi diri mereka sendiri.

Apa betul untuk menunjukan kemachoan seorang laki-laki itu harus dengan merokok? Lalu waktu rokok belum ditemukan, tidak ada cowok macho dong? Aneh2 saja orang jaman sekarang ini… Kelaki-lakian seorang pria kan harusnya dibuktikan dengan kemampuannya bertanggungjawab. Lha ini masih dikasih uang jajan sama orang tua saja sudah berani macam2…

Betul yang dibilang firman Tuhan: “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik“. Membentuk karakter dan kebiasaan baik itu butuh waktu yang lama bahkan bisa seumur hidup. Tapi untuk menjadi orang rusak tidak butuh waktu lama, cukup menceburkan diri di lingkungan yang salah… maka kitapun akan rusak juga.

Cukup sekali colok usb ke komputer bervirus… sim salabim… usb kita juga kena virus. Terbukti dari pengakuan teman saya ini yaitu selain usb-nya, laptop dan memory stick kamera-nya juga sudah kena penyakit yang sama. Bagaikan si virus yang menyembunyikan file asli dan menggantinya dengan file palsu berupa shortcut, kebiasaan dan kelakuan jelek pun menyembunyikan sifat kita yang baik dan
menggantinya dengan sesuatu yang salah.

Saya berdoa supaya kita semua bisa memilih dengan tepat mana yang baik buat kita dan mana yang dampaknya tidak baik, supaya kita tidak terkena “virus” yang dampaknya membuat hidup kita jadi berantakan.

http://kalam.comuf.com/?p=108

Ricardo Kaka, Lumpuh Sebelum Mengguncang Dunia

Lahir di Brasilia tahun 1982 dengan nama Ricardo Izecson dos Santos Leite, Kaka lahir dari sebuah keluarga penginjil yang kaya raya. Namun hal itu tidak membuat ia menjadi sombong dengan mengandalkan kekayaan keluarganya, ataupun mengikuti jalan hidup keluarganya dengan menjadi penginjil. Kaka punya jalannya sendiri dan caranya sendiri.

Sejak kecil ia sangat menyukai sepakbola, bahkan dalam usia remaja ia menjadi pemain yang cukup terkenal di daerahnya dengan bermain sebagai pemain cadangan di klub San Paulo. Namun pada usia 18 tahun sebuah bencana terjadi, ia mengalami cidera punggung yang serius saat sedang berenang. Dokter mengatakan ia tidak bisa bermain sepakbola lagi, bahkan kemungkinan besar akan lumpuh akbibat cidera itu.

Tidak ada tindakan operasi atau terapi yang bisa menyelamatkannya. Hidup Kaka hancur berantakan saat itu, kecintaannya pada sepakbola demikian besar, kini semua harus berakhir, bahkan sisa hidupnya harus diisi dengan menjalani kelumpuhannya. Namun Kaka tahu kemana ia harus minta tolong saat dokter sudah angkat tangan. Kaka bergumul dengan Tuhan, tak putus-putusnya ia berdoa memohon kesembuhannya. Ia bernazar pada Tuhan, bila ia sembuh dan dapat bermain sepakbola lagi, ia akan mempersembahkan seluruh prestasinya itu pada Tuhan Yesus.

Dan keajaibanpun terjadi, setahun setelah kecelakaannya itu tepatnya tahun 2001, Tuhan menyembuhkannya, ia sembuh total dari sakitnya. Bahkan ia dapat merumput bermain sepakbola lagi. Tuhan juga memberikan hadiah bonus, ia tidak lagi menjadi pemain cadangan melainkan menjadi pemain utama dan andalan dalam klubnya.

Tuhan membuat permainan Kaka menjadi begitu hebat sehingga manager tim nasional Brazil terpikat akan permainannya, dan memanggil Kaka untuk mengenakan baju kebesaran tim Brazil, emas dan hijau, dipercaya untuk bertarung di piala dunia 2002. Dari sekian banyak bakat baru bersinar di Brazil, ia hanyalah seorang pemain muda yang belum setahun membela klubnya, namun sudah dipanggil masuk tim nasional. Bagi Kaka itu adalah keajaiban dan anugerah yang besar baginya.

Di bawah pembelaannya Brazil pun menang, peristiwa legendaris yang menggemparkan dunia itupun terjadi, Kaka mengangkat seragamnya dan di baliknya ada sebuah tulisan yang menggegerkan, kaos putih itu bertuliskan “I Love Jesus”. Itu terus dilakukannya setiap kali teman-temannya merayakan gol. Dan akhirnya Brazil pun memenangkan Piala Dunia 2002, setelah menaklukan Jerman di final dengan skor 2-0. Dalam parade kemenangan di negaranya sendiri, kaos kesayangan yang bertuliskan ‘I Belong To Jesus’ itu tidak pernah dilepasnya. Hal itu menginspirasi banyak pemain Brazil (bahkan pemain negara lain) melakukan hal yang sama.

Saat diwawancara oleh stasiun TV dan ditanya mengapa ia melakukan hal itu, ia berkata, “Saya ingin memperlihatkan dengan hidup dan kerja saya, apa yang telah Tuhan lakukan bagi saya, supaya orang lain dapat melihat apa yang Tuhan bisa lakukan dalam kehidupan mereka.”

Permainannya yang cantik di Piala Dunia tidak luput dari perhatian sebuah klub raksasa di Italia, AC Milan. Tidak lama kemudian mereka meminta Kaka masuk dalam timnya sebagai pemain utama. Kaka pun pindah bergabung dengan AC Milan, masuk dalam liga Italia yang keras dan penuh bintang. Namun dalam musim pertamanya di Liga Italia seri A, ia langsung menyumbangkan gelar juara scudetto bagi AC Milan.

Namun cinta dan kesetiannya hanya pada Caroline Celico, kekasihnya yang jauh di Brazil. Walaupun kehidupan pemain sepakbola selalu dikeliling wanita-wanita cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kaka selalu menghindari semuanya itu. Tahun 2005, Kaka meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yang sangat sederhana, sangat berbeda dengan pernikahan selebritis lain yang super mewah.

Kaka membuktikan pada mata dunia, bahwa ia adalah murid Kristus sejati dalam final liga Champion Mei 2007. Menjadi pahlawan kemenangan melawan Liverpool, Kaka langsung merayakan golnya dengan membuka kaosnya dan menunjukan tulisan “I belong to Jesus” kemudian berlutut berdoa bersyukur di tengah lapangan. Teman-temannya yang lain turut merayakannya, tapi mereka mengerti dan tidak mengganggu Kaka yang sedang berdoa. Peristiwa ini ditonton jutaan pemirsa yang menyaksikan final Liga Champion 2007.
Source : Berlowin.com/dpt


Praise The Lord

Mulut yang Usil

Di padang gurun yang sangat panas...... Seorang kakek dan cucunya yang masih kecil berjalan bersama untanya menuju sebuah kota untuk menjual barang-barang mereka. Mereka bertiga terus berjalan, melewati kota demi kota dalam perjalanan tanpa kenal lelah untuk berdagang. Sang cucu begitu bersemangat karena ini adalah pertama kalinya ia keluar dari ladang menuju kota. Banyak sekali pertanyaan yang ia lemparkan kepada sang kakek. Terjadilah percakapan antara cucu dan sang kakek.
Cucu: Kakek, seperti apakah kota itu?
Kakek: Ramai dan penuh warna.
Cucu: Seperti apakah yang dimaksud dengan penuh warna?
Kakek: Karena penuh dengan berbagai jenis manusia.
Cucu: Apakah ada banyak anak-anak sepertiku?
Kakek: Betul, banyak sekali.
Cucu: Apakah banyak juga kakek-kakek seperti kakek?
Kakek: Cukup banyak.
Cucu: Apakah mereka juga berambut putih seperti kakek?
Kakek: Nak, hari ini adalah hari yang istimewa. Kakek ingin memberi sedikit pelajaran yang luar biasa buatmu.
Cucu: Waw! Apakah itu?
Kakek: Ini kejutan, dan ada syaratnya. Mampukah kamu bertahan?
Cucu: Apapun Kek, apapun syaratnya aku mau.
Kakek: Baiklah, syaratnya adalah kau tutup mulutmu, bukalah telingamu lebar-lebar selama perjalanan ini hingga kita sampai kerumah. Bisa kaan?
Cucu: Bisa kek.

Mereka berjalan menuju kota pertama, Kakek dan Cucu menuntun untanya. Mereka berdua berjalan kaki menuntun unta. Memasuki kota pertama, tampaklah serombongan para pedagang yang sedang berdagang. Ketika melihat Kakek dan Cucunya menuntun unta, mereka menertawakan Kakek dan Cucunya. "Kakek dan cucu yang bodoh sekali, punya unta kok jalan kaki. Baru lihat orang sebodoh ini."

Lalu berjalanlah Kakek dan Cucunya menuju kota kedua. Ketika itu sang cucu begitu lelahnya, hingga ia memutuskan untuk menunggang unta sementara Kakek menuntun unta. Ketika memasuki kota kedua untuk berdagang, ada para penduduk yang sedang berkumpul rapat dewan kota. Ketika melihat rombongan cucu-kakek-unta ini lalu berkata-kata satu dengan yang lainnya, "Dasar cucu tidak tahu diri, kasihan sekali kakek itu, diisuruh jalan kaki menuntun unta sendirian. Cuaca kan panas, benar-benar cucu yang tidak berbakti!"

Lalu sesudah berdagang di kota kedua berangkatlah mereka ke kota ketiga. Kali ini Kakek begitu lelah, bertukar tempatlah mereka. Kali ini Kakek menunggang unta, sementara Cucu menuntun untanya. Memasuki kota ketiga, seperti di kota pertama ada pula gerombolan penduduk yang sedang bersantai-santai. Ketika melihat rombongan cucu-kakek-unta ini mereka berkata-kata satu dengan yang lainnya, "Dasar kakek gila! Kasihan sekali anak kecil itu, disuruh jalan kaki seharian nuntun unta. Sudah bau tanah saja masih seperti itu. Kakek yang kejam!"

Sesudah berdagang di kota ketiga berangkatlah mereka ke kota terakhir. Saat ini Kakek dan Cucunya begitu lelah, mereka berdua menunggang punggung unta tersebut karena barang dagangan sudah tinggal sedikit. Memasuki kota terakhir, seperti di kota pertama ada pula gerombolan penduduk yang sedang arisan. Ketika melihat Kakek dan Cucunya menunggang unta, mereka berkata-kata satu dengan yang lainnya, "Ga Kakek, ga Cucu... Sama saja, ga punya belas kasihan. Kasihan banget si unta, disuruh bawa barang, sekaligus juga dikendarai. Benar-benar jahat sekali."

Hari menjelang senja, Kakek dan Cucunya berjalan pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang, Cucu hanya terdiam berpikir keras. Terjadilah percakapan lain dalam perjalanan pulang mereka.
Kakek: Nak, apakah ada yang mengganggu pikiranmu?
Cucu: Aku bingung Kek.
Kakek: Tentang apa?
Cucu: Tentang orang-orang tadi, mengapa mereka mengata-ngatai kita?
Kakek: Orang tadi mengata-ngatai apa?
Cucu: Kita disebut bodoh, aku disebut cucu tidak berbakti, dan Kakek disebut kejam, bahkan terakhir kita disebut jahat.
Kakek: Lalu mengapa?
Cucu: AAAH!!! Kakek koq begitu? Mengapa Kakek menerima saja kita dicap seperti itu?
Kakek: Wah, rupanya kamu belum belajar, Nak.
Cucu: .......... Belajar apa?
Kakek: Pertanyaan Kakek padamu adalah, apakah kita bodoh? Apakah kau cucu tidak berbakti? Apakah aku kejam? Apakah kita jahat seperti yang mereka katakan?
Cucu: .............. Tidak.............
Kakek: Kalau kita tidak seperti apa yang mereka katakan, mengapa kita harus peduli dengan apa yang mereka katakan?
Cucu: .......................................(menghela nafas, karena masih belum bisa mencerna kata-kata kakek).
Kakek: Lalu soal perkataan mereka, dari mulut siapakah itu berasal?
Cucu: Dari mulut mereka! (setengah marah, karena masih mengingat apa yang sudah terjadi).
Kakek: Lalu itu artinya hak mereka mau bilang apa tentang kita. Mampukah kita mengatur apa yang akan mereka katakan tentang kita? Apakah kita bisa memaksa mereka untuk terus memperkatakan hal-hal manis tentang kita? Dan bukanlah urusan kita mempedulikan apa omongan mereka, karena apa yang mereka omongkan merupakan urusan mereka dengan tuhan mereka. Biarlah kita menjaga diri kita berjalan sesuai dengan jalan Tuhan kita.
Cucu: ..................(tertegun dan terus berpikir menuju pencerahan)

Moral kisah ini:

Kalau kita tidak seperti yang mereka gosipkan, tidak perlu kita menggubris perkataan mereka. Nikmati hidup saja dan bersukacita. Tidak perlu kita sampai sakit hati, jantung jadi sesak, otak jadi pusing, tidak bisa tidur, stress memikirkan hal yang tidak perlu. Adalah hak mereka untuk menggunakan mulut dan lidah mereka. Sisi positifnya adalah Anda tidak butuh tim promosi mempromosikan ketenaran Anda bukan? No matter what you do, people have their own opinion regardless how sincere you do it. Tidak peduli apapun yang Anda lakukan, orang-orang memiliki pendapat mereka sendiri tak peduli seberapa tulus Anda melakukan apa yang Anda lakukan. Maka lebih baik Anda mengecek hati Anda sendiri saja daripada mengurusi omongan orang lain yang tidak ada habisnya. Hidup ini simple alias sederhana, janganlah dibuat rumit.

Sumber : K-Ray Cahyadi

Handy Little Chart

You say: "It's impossible"
God says: All things are possible
(Luke 18:27)

You say: "I'm too tired"
God says: I will give you rest
(Matthew 11:28-30)

You say: "Nobody really loves me"
God says: I love you
(John 3:1 6 & John 3:34 )

You say: "I can't go on"
God says: My grace is sufficient
(II Corinthians 12:9 & Psalm 91:15)

You say: "I can't figure things out"
God says: I will direct your steps
(Proverbs 3:5- 6)

You say: "I can't do it"
God says: You can do all things
(Philippians 4:13)

You say: "I'm not able"
God says: I am able
(II Corinthians 9:8)

You say: "It's not worth it"
God says: It will be worth it
(Roman 8:28 )

You say: "I can't forgive myself"
God says: I Forgive you
(I John 1:9 & Romans 8:1)

You say: "I can't manage"
God says: I will supply all your needs
(Philippians 4:19)

You say: "I'm afraid"
God says: I have not given you a spirit of fear
(II Timothy 1:7)

You say: "I'm always worried and frustrated"
God says: Cast all your cares on ME
(I Peter 5:7)

You say: "I'm not smart enough"
God says: I give you wisdom
(I Corinthians 1:30)

You say: "I feel all alone"
God says: I will never leave you or forsake you
(Hebrews 13:5)

Sumber : jawaban.com

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara - perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan!!! Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Sumber : jawaban.com